Selasa, 30 Oktober 2012

Surat untuk Sahabatku

old trafford
Kawan, kita tidak pernah tahu ke mana takdir akan membawa kita pada 10 atau 20 tahun yang akan datang. Kita tidak akan pernah tahu sampai kita benar-benar mengalaminya. Mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kita sudah berhasil menggapai semua impian kita, semua impian yang sering kita gembar-gemborkan ketika tengah malam di lantai atas markas kita. Atau mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kita akan jatuh tersungkur, terpuruk, terkalahkan oleh kerasnya kehidupan.
Kita tidak pernah tahu, mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kehidupan beralih memihak kepada kita. Tidak ada lagi kelaparan di akhir bulan. Tidak ada lagi malam malam penuh kegalauan memikirkan pasangan, apalagi hasil ujian. Tidak ada lagi itu semua kawan.
Kawan, aku berharap 10 atau 20 tahun yang akan datang, ketika kita membaca ini semua, aku sedang berada di tribun VIP stadion Old Trafford. Duduk bersebelahan dengan Sir Alex Ferguson, yang saat itu sudah memutuskan pensiun, sembari melihat Manchester United merayakan gelar Premier League untuk yang kesekian kalinya. Dan kalian? Kalian mungkin sedang berada di Jepang, Amerika, Mekkah, Prancis, Papua, Borneo, atau tempat tempat indah lainnya di dunia ini. Sedang merajut menggapai semua mimpi.
Kawan, percayalah ketika 10 atau 20 tahun yang akan datang, saat kalian mulai jenuh dengan segala aktivitas kalian, bukalah tulisan tulisan ini. Sempatkanlah waktu untuk membacanya. Maka kalian akan tersenyum, tersipu, dan tertawa membayangkan kehidupan kita kala remaja. Kalian akan menyadari betapa ‘awesome’nya masa masa remaja kita. Betapa indahnya masa masa remaja kita. Betapa bodohnya masa masa remaja kita. Dan betapa beruntungnya kita bisa memiliki masa masa remaja seperti itu.

Teruslah menulis kawan,

karena di saat kita sedih, galau, bimbang, sebuah tulisan akan sedikit menghibur dan menentramkan.

Teruslah menulis kawan,

karena sebuah tulisan yang sarat akan makna memiliki kekuatan untuk mengubah masa depan.
Teruslah menulis kawan,

karena di sini adalah tempat kita berbagi kabahagiaan :D


Terakhir, aku ingin mengutip salah satu omongan teman kita. “Kelak, suamiku akan berterima kasih kepada kalian karena sebagian besar kedewasaan istrinya terbentuk di sini”.

Senin, 29 Oktober 2012

Curhatan No 2

aku berusaha melupakan mu,
aku berusaha berdiri tegak kembali,
mengkin memang menyakitkan. tapi aku yakin aku bisa,

ketika aku bahkan berusaha tegar,
kumohon kuatkan dirimu,
lihat disini aku tersenyum,
ak baik baik saja,.


ingatkah bahwa aku wanita kuat.
aku tak akan menangis.
aku akan kembali tersenyum,
ketika saat itu tiba, aku ingin kita semua tersenyum,

kita bisa bersahabatkan,
kita bisa berteman,
kita bisa bersaudara,
kita akan kembali seperti dulu.

Minggu, 28 Oktober 2012

Curhatan NO 1

Tuhan, sakit lho rasanya,
aku juga bukan dewa yg bisa dengan mudah memaafkan. Kamu cukup pergi dan menghilang. Dan aku akan coba melupakanmu. Aku tak akan mencoba mengingatmu. Aku yakin bisa.

Ada seseorang yang mengatakan bahwa ini suratan takdir, tapi menurutku ini memang takdir yang kita buat. Karena memang tak ada jalan lain,

Tuhan, hati ini sakit.
perih sekali ya Tuhan.
Aku tertawa bukan berarti aku kuat. Tuhan bantu aku.

Sabtu, 27 Oktober 2012

KETIKA AKU MENANGIS

apa yang membuatku menangis?

aku mungkin hanya bisa melihatmu tanpa bisa ak menyentuhmu,
mungkin aku hanya bisa memandangmu tanpa bisa ku berharap lebih,
aku salah,
aku tau itu,
salah karna tlah menaruh hati padamu,
hahaha
betapa melankolisnya hidupku,.
terlalu seperti drama ataupun sinetron,.